Jumat, 07 November 2014

This is Our Pasaman Tourism

1.    Museum Imam Bonjol
Terletak di jorong Ganggo Mudik ±20 Km dari Lubuk Sikaping dan ± 56 Km dari Bukittinggi. Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang Pahlawan Nasional yang berjuang pada perang Paderi 1821-1837. Bangunan museum Tuanku Imam Bonjol terdiri dari 2 tingkat. Di lantai bawah dapat dilihat kerajinan tangan dan terdapat literatur-literatur yang berhubungan dengan perjuangan Tuanku Imam bonjol dan di tingkat atas terdapat benda-benda bersejarah peninggalan Tuanku Imam Bonjol yang berhubungan dengan perjuangan beliau memperjuangkan negeri ini dan dapat pula kita lihat berbagai senjata yang dipergunakan pada waktu perang mulau yang tradisional seperti panah, keris , pedang dan ketapel raksasa, sampai senjata api laras pendek dan panjang. Sedangkan untuk senjata berat yang dipergunakan adalah meriam yang terletak dirumah atau disekitar rumah penduduk yang keturunan Tuanku Imam Bonjol.


Titik Kulminasi Matahari
Fenomena Alam ini terdapat di Kecamatan Bonjol yang berjarak lebih kurang 20 Km dari ibu kota Kabupaten Pasaman yaitu Lubuk Sikaping atau lebih kurang 50 Km dari  kota Bukittinggi. Kejadian alam yang menakjubkan ini terjadi setiap bulan Maret dan bulan September antar tanggal 21 s/d 23 Maret dan 21 s/d 23 September. Fenomena Alam ini disebut dengan “ titik kulminasi” dimana Matahari berada sejajar dengan garis tengah Bumi ( garis khatulistiwa) pada 0’ detik, 0’ menit dan 0’ derjat garis lintang, sehingga semua benda yang berada pada khatulistiwa tidak memiliki bayangan / menghilangkan semua bayangan selama beberapa saat. Kejadian alam yang terjadi 2 (dua) kali dalam satu tahun ini berlangsung di tanah kelahiran Pahlawan Nasional Tuanku Imam Bonjol. Pada lokasi ini dibangun Taman Wisata Equator dan juga terdapat Tugu Equator berupa Bola Dunia besar yang diletakkan tepat pada 00 Garis Lintang.
Kawa Daun ( Teh daun kopi) dan Putu Mayang
Teh dari daun tumbuhan kopi memang masih terdengar asing, dan di Indonesia sendiri baru-baru ini mulai populer dengan adanya berita yang mengejutkan yang dilansir oleh Daily Mail Internasioanl lainnya tentang manfaat teh dari daun kopi ini. Namun sebenarnya, teh daun kopi ini sudah lama dikenal di Ranah Minang, Sumatera Barat Indonesia sejak ratusan tahun lalu dengan nama “ kawa daun”. Di Area Museum Tuanku Imam Bonjol terdapat tepat wisata kuliner yang menyajikan kawa daun yang sudah melegenda ini. Disamping itu makanan yang khas sebagai kebanggaan Pasaman adalah putu mayang. Makanan ini terbuat dari tepung beras yang ditambah dengan kuah yang terbuat dari santan dan gula aren. Putu mayang ini sangat sering menjadi santapan yang paling di cari-cari baik untuk sarapan pagi ataupun pada saat berbuka pada bulan Ramadhan.



2.    Kompleks Candi Tanjung Medan
Kompleks Candi Tanjung Medan merupakan tempat peristirahatan Puti Sangkar Bulan yang berbentuk Pelataran, berada lebih kurang 100 m sebelah kanan dari jalan raya Lubuk Sikaping-Medan. Sekeliling candi merupakan tanah perkebunan kelapa dan karet. Sebelah timur lebih kurang 50 m dari arah candi mengalir Sungai Batang Sumpur yang mengalir ke Sungai Rokan Kiri. Pada Kompleks Candi Tanjung Medan terdapat satu Candi induk dengan ukuran 8,5 x 8,5 m. Candi induk ini kemungkinan diiringi oleh delapan candi perwara yang empat buah diantaranya sudah ditemukan. Saat ini candi induk dan perwaranya sudah diberi cungkup sebagai upaya pelestariannya.

Prasasti Kubu Sutan
Prasasti ini diperkirakan berasal sebelum tahu 1300-an. Tokoh yang tersebut didalam prasasti Kubu Sutan ada dua, yaitu Yauwaraja Bijayen drawarman dan Jawarman. Kedua tokoh tersebut menempati posisi sebagai berita utama dalam prasasti tersebut. Kondisi Prasasti Kubu Sutan sebagian terpendam di dalam tanah dan berada di pinggir sungai serta sudah diberi cungkup. Prasasti ini memiliki inskripsi di kedua sisinya namun karena batu prasasti sudah rusak pada bagian atas dan pernah terbakar sehingga beberapa baris tulisan menghilang, baik di sisi barat maupun sisi timur. Posisi prasasti miring dengan orientasi utara-selatan dan bagian rendahnya berada pada sisi selatan.


Arca Dwarapala
Latar sejarah dari arca dwarapala ini secara pasti belum dapat diketahui dengan pasti, karena belum ada bukti yang pasti menyebut tentang arca dwarapala ini. Namun diperkirakan arca ini berasal dari zaman klasik atau sekitar sebelum tahun 1300.  Arca ini terletak di desa Padang Nunang Kec. Rao, diperkirakan arca ini merupakan salah satu dewa yang ada dalam Pantheon agama Budha.

3.            Taman Wisata Rimbo Panti
Taman Wisata Alam Rimbo Panti yang terletak ± 30 Km dari Lubuk Sikaping yang dilewati oleh jalan Padang Medan. Luas Taman Wisata ini ±570 Ha. Di Rimbo Panti Terdapat Sumber Air Panas Alami yang mendidih sehingga bagi pengunjung dapat merebus telur hingga matang, dan cagar alam seluas ± 3120 Ha yang memiliki berbagai jenis flora dan fauna dengan Herbariumnya. Di samping terdapat pohon-pohon besar dan kecil yang berumur ratusan tahun yang rimbun sehingga menghasilkan udara yang segar bagi pengunjung.

Jenis fauna yang terdapat pada cagar alam Rimbo panti antara lain kera, beruang madu, harimau, kelelawar, kupu-kupu dan lain sebagainya. Fasilitas lain yang terdapat di dalam Rimbo Panti ini antara lain Kolam Pemandian Air Panas yang bermanfaat untuk mengobati penyakit kulit dan rematik, Objek Wisata areal Camping Ground dalam hutan lindung, dan ditunjang oleh fasilitas mushalla, WC umum, warung/cafe. Objek Wisata ini sering dikunjungi pada hari-hari libur baik pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah dan pada hari Raya Idul Fitri ramai dikunjungi oleh pengunjung dari dalam daerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar