1.
Museum
Imam Bonjol
Terletak
di jorong Ganggo Mudik ±20 Km dari Lubuk Sikaping dan ± 56 Km dari Bukittinggi.
Tuanku Imam Bonjol merupakan seorang Pahlawan Nasional yang berjuang pada perang
Paderi 1821-1837. Bangunan museum Tuanku Imam Bonjol terdiri dari 2 tingkat. Di
lantai bawah dapat dilihat kerajinan tangan dan terdapat literatur-literatur yang
berhubungan dengan perjuangan Tuanku Imam bonjol dan di tingkat atas terdapat
benda-benda bersejarah peninggalan Tuanku Imam Bonjol yang berhubungan dengan
perjuangan beliau memperjuangkan negeri ini dan dapat pula kita lihat berbagai
senjata yang dipergunakan pada waktu perang mulau yang tradisional seperti
panah, keris , pedang dan ketapel raksasa, sampai senjata api laras pendek dan
panjang. Sedangkan untuk senjata berat yang dipergunakan adalah meriam yang
terletak dirumah atau disekitar rumah penduduk yang keturunan Tuanku Imam
Bonjol.
Titik Kulminasi Matahari
Fenomena
Alam ini terdapat di Kecamatan Bonjol yang berjarak lebih kurang 20 Km dari ibu
kota Kabupaten Pasaman yaitu Lubuk Sikaping atau lebih kurang 50 Km dari kota Bukittinggi. Kejadian alam yang
menakjubkan ini terjadi setiap bulan Maret dan bulan September antar tanggal 21
s/d 23 Maret dan 21 s/d 23 September. Fenomena Alam ini disebut dengan “ titik
kulminasi” dimana Matahari berada sejajar dengan garis tengah Bumi ( garis
khatulistiwa) pada 0’ detik, 0’ menit dan 0’ derjat garis lintang, sehingga
semua benda yang berada pada khatulistiwa tidak memiliki bayangan /
menghilangkan semua bayangan selama beberapa saat. Kejadian alam yang terjadi 2
(dua) kali dalam satu tahun ini berlangsung di tanah kelahiran Pahlawan
Nasional Tuanku Imam Bonjol. Pada lokasi ini dibangun Taman Wisata Equator dan
juga terdapat Tugu Equator berupa Bola Dunia besar yang diletakkan tepat pada
00 Garis Lintang.
Kawa Daun ( Teh daun kopi) dan Putu
Mayang
Teh
dari daun tumbuhan kopi memang masih terdengar asing, dan di Indonesia sendiri
baru-baru ini mulai populer dengan adanya berita yang mengejutkan yang dilansir
oleh Daily Mail Internasioanl lainnya tentang manfaat teh dari daun kopi ini.
Namun sebenarnya, teh daun kopi ini sudah lama dikenal di Ranah Minang,
Sumatera Barat Indonesia sejak ratusan tahun lalu dengan nama “ kawa daun”. Di
Area Museum Tuanku Imam Bonjol terdapat tepat wisata kuliner yang menyajikan
kawa daun yang sudah melegenda ini. Disamping itu makanan yang khas sebagai
kebanggaan Pasaman adalah putu mayang. Makanan ini terbuat dari tepung beras
yang ditambah dengan kuah yang terbuat dari santan dan gula aren. Putu mayang
ini sangat sering menjadi santapan yang paling di cari-cari baik untuk sarapan
pagi ataupun pada saat berbuka pada bulan Ramadhan.
2.
Kompleks
Candi Tanjung Medan
Kompleks
Candi Tanjung Medan merupakan tempat peristirahatan Puti Sangkar Bulan yang
berbentuk Pelataran, berada lebih kurang 100 m sebelah kanan dari jalan raya
Lubuk Sikaping-Medan. Sekeliling candi merupakan tanah perkebunan kelapa dan
karet. Sebelah timur lebih kurang 50 m dari arah candi mengalir Sungai Batang
Sumpur yang mengalir ke Sungai Rokan Kiri. Pada Kompleks Candi Tanjung Medan
terdapat satu Candi induk dengan ukuran 8,5 x 8,5 m. Candi induk ini
kemungkinan diiringi oleh delapan candi perwara yang empat buah diantaranya
sudah ditemukan. Saat ini candi induk dan perwaranya sudah diberi cungkup sebagai
upaya pelestariannya.
Prasasti Kubu Sutan
Prasasti
ini diperkirakan berasal sebelum tahu 1300-an. Tokoh yang tersebut didalam
prasasti Kubu Sutan ada dua, yaitu Yauwaraja Bijayen drawarman dan Jawarman.
Kedua tokoh tersebut menempati posisi sebagai berita utama dalam prasasti
tersebut. Kondisi Prasasti Kubu Sutan sebagian terpendam di dalam tanah dan berada
di pinggir sungai serta sudah diberi cungkup. Prasasti ini memiliki inskripsi
di kedua sisinya namun karena batu prasasti sudah rusak pada bagian atas dan
pernah terbakar sehingga beberapa baris tulisan menghilang, baik di sisi barat
maupun sisi timur. Posisi prasasti miring dengan orientasi utara-selatan dan
bagian rendahnya berada pada sisi selatan.
Arca Dwarapala
Latar
sejarah dari arca dwarapala ini secara pasti belum dapat diketahui dengan
pasti, karena belum ada bukti yang pasti menyebut tentang arca dwarapala ini.
Namun diperkirakan arca ini berasal dari zaman klasik atau sekitar sebelum
tahun 1300. Arca ini terletak di desa
Padang Nunang Kec. Rao, diperkirakan arca ini merupakan salah satu dewa yang
ada dalam Pantheon agama Budha.
3.
Taman
Wisata Rimbo Panti
Taman
Wisata Alam Rimbo Panti yang terletak ± 30 Km dari Lubuk Sikaping yang dilewati
oleh jalan Padang Medan. Luas Taman Wisata ini ±570 Ha. Di Rimbo Panti Terdapat
Sumber Air Panas Alami yang mendidih sehingga bagi pengunjung dapat merebus
telur hingga matang, dan cagar alam seluas ± 3120 Ha yang memiliki berbagai jenis
flora dan fauna dengan Herbariumnya. Di samping terdapat pohon-pohon besar dan
kecil yang berumur ratusan tahun yang rimbun sehingga menghasilkan udara yang
segar bagi pengunjung.
Jenis
fauna yang terdapat pada cagar alam Rimbo panti antara lain kera, beruang madu,
harimau, kelelawar, kupu-kupu dan lain sebagainya. Fasilitas lain yang terdapat
di dalam Rimbo Panti ini antara lain Kolam Pemandian Air Panas yang bermanfaat
untuk mengobati penyakit kulit dan rematik, Objek Wisata areal Camping Ground
dalam hutan lindung, dan ditunjang oleh fasilitas mushalla, WC umum,
warung/cafe. Objek Wisata ini sering dikunjungi pada hari-hari libur baik
pengunjung dari dalam daerah maupun luar daerah dan pada hari Raya Idul Fitri
ramai dikunjungi oleh pengunjung dari dalam daerah.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar